“Salah satu cikal bakal indikator suatu individu cenderung radikalisme yaitu memiliki sikap intoleran,” lanjut dr Fuzia yang juga merupakan dosen Universitas Pertahanan Indonesia.
Karena sikap intoleran merupakan salah satu cikal bakal radikalisme, oleh karena itu, penting untuk selalu membuka ruang toleransi di masyarakat melalui dialog dari lingkup kecil hinggal lingkup nasional.
Selain itu, perlu melakukan cek dan recek informasi yang diterima langung maupun melalui media online/sosial dan mewaspadai propaganda radikalisme yang disebabkan oleh hoaks demi meneror dan mengganggu harmonisasi di masyarakat.
“Bangsa Indonesia harus menyadari bahwa keberagaman adalah aset penting dan warisan yang harus dijaga bersama. Perlu dihidupkan juga karakter bangsa yang cinta damai, sopan santun, menjunjung nilai ramah tamah dan toleransi atas semua perbedaan yang ada untuk melawan ideologi radikalisme di Indonesia,” pungkas dr Fauzia. (Red).













