Garut, BEDAnews
Progress pembangunan peningkatan jalan Cikajang Pameungpeuk yang di anggarkan dengan pola pembayaran tahun jamak progress, hingga 31 Mei 2012 pelaksanaannya sudah mencapai 71,522 persen. Capaian ini melebihi target rencana 70,422 persen atau ada deviasi.
Melihat progress pelaksanaan tersebut, Dinas Bina Marga Jabar optimis peningkatan jalan Cikajang Pameungpeuk dapat selesai tepat waktu. Demikian disampaikan Kadis Bina Marga Jabar DR. M. Guntoro saat melakukan expose dihadapan Pimpinan DPRD Jabar dan komisi D, Senin (4/6) malam di Rancabuaya Kab. Garut.
Usai Expose, Guntoro Kepada Bedanews yang memdampingi pimpinan DPRD Jabar Saba Desa Ke Jabar Selatan ini menyatakan, bahwa dengan selesainya pembangunan peningkatan jalan Cikajang Pameungpeuk, diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat juga dapat menghemat waktu tempuh ke pusat pengembangaan Jabar secara ekonomi, termasuk pengembangan objek wisita, ujarnya.
Jalur Cikajang Pameungpeuk itu ada sepanjang 24,904 KM dengan menelan anggaran mencapai Rp. 50,844 miliar lebih. Karena mengingat biaya yang cukup besar, sehingga masuk biaya tahun jamak.
Lebih lanjut Guntoro mengatakan, dalam pekerjaanya ruas tersebut dibagi dua segmen. Segmen I, mulai dari Km.Bdg 88+200 – Km.Bdg 91+428 atau sepanjang 3,228 Km. Sedangkan segmen ke II, dari Km.Bdg 125+924 sampai Km 147+600 atau sepanjang 21,676 Km.
Namun karena ada musibah bencana alam/ tanah longsor, maka ada penambahan anggaran sebesar Rp. 2 Miliar, untuk pekerjaan pembuatan tembok penahan tanah dan pengamanan bahu jalan yang sempit arah tebing di beberapa lokasi.
Selain jalan Cikajang – Pameungpeuk, jalan yang dibiayai tahun jamak yaitu peningkatan ruas jalan dan pengganti jembatan Pangalengan – Cukul – Talegog – Racabuaya. (hermanto)












