Bandung, BEDAnews
Mayjen Pur. Tb. Hasanudin, SE., MM., merasa kecewa dengan pidato wakil gubernur Jawa Barat, Dede Yusuf saat mewakili Pemprov Jabar pada Peringatan rapat umum kebangsaan bulan Bung karno, yang diadakan DPD PDI-Perjuangan Jawa Barat, Minggu (3/6) di Sasana Budaya Ganesha, Jln Taman sari Bandung.
Hasanudin kecewa dengan pernyataan wagub, yang menyebutkan UUD 45 sebagai urutan pertama pada 4 pilar NKRI dan pernyataan wagub yang menyebut tidak ada potensi pertambangan di Jawa Barat.
Ditegaskan Purnawirawan Mayjen yang anggota FPDI-P DPR RI dari dapil Ciamis, Banjar Kuningan ini bahwa Negara ini sedang menanamkan, mensosialisasikan 4 pilar Negara Kesatuan Republik Indonesia. Yang pertama itiu adalah Pancasila, bukan UUD 45 seperti yang disampaikan oleh saudara Dede Yusuf itu adalah yang pertama UUD 45.
“Jangan diputar-putar ya, yang paling utama itu adalah Pancasila sebagai dasar negara karena saya menjadi anggota tim sosialisasi empat pilar, masa saya harus ngirim tim sosialisasi ke Gedung Sate, kan lieur atuh,” atuh katanya.
Kemudian “kita juga kecewa mengapa seorang wakil gubernur mengatakan bahwa di Jawa Barat tidak ada pertambangan. Terus lho ngapain saja, didekat rumah saya itu ada minyak kemudian ada gas, ya kemudian ada emas kemudian ada bijih besi di Tasik dan sebagainya, baik ke Pangandaran, piraku wakil gubernur tidak tahu,” katanya lagi.
Sangat disesalkan untuk ukuran seorang pejabat di daerah, tidak tahu potensi yang dipimpinya. Lantas bagaimana kita bisa memanage dengan baik.? Tegasnya. Menurut kepala dinas pertambangan sagala wae aya di Jawa Barat, walaupun jumlahnya sedikit, naon wae aya, batu bara juga ada, apa itu bukan tambang.?
“Saya sebagai orang yang lahir di Jawa Barat, ti leuleutik juga kakek-nenek saya di Jawa Barat, atuh meni kagila-gila teuing ieu wagub maenya teu nyaho nanaon! ungkapnya heran. (hermanto)











