Banjar, BEDAnews
Lima kandidat pasangan calon walikota Banjar, mengikuti debat publik kedua, paslon walikota Banjar yang diselenggarakan KPUD Kota Banjar sebagai pelaksanaan tahapan pilkada Kota Banjar 2013, Jumat (23/8/2013) di Gedung Banjar Idaman, Kota Banjar
Dalam kegiatan yang juga dihadiri para tamu undangan, Panwaslu, PPK, Kejaksaan, unsur muspida Kota Bajar, serta para pendukung masing-masing kandidat tersebut, suasana sempat memanas saat sesi tanya jawab paslon.
Pada sesi tiga tersebut, kandidat paslon nomor urut 1, 2 dan5 tidak memberikan pertanyaan kepada kandidat no urut 3, sehingga menyebabkan riuh rendah sorak, tawa, para hadirin yang berada dalam gedung dengan ucapan “konspirasi.” oleh Hj Uu Sukaesih kandidat calon walikota no urut 3.
Pasca acara debat, kandidat paslon nomor urut 2, M Sodik kepada BEDAnews.com mengatakan, “Debat berjalan dengan baik dimana para kandidat bisa menyampaikan visi misi, dan berekspresi”.
Senada dengan Sodik, Akhmad Dimyati calon walikota nomor urut 5 juga mengatakan acara debat publik ke-2, berjalan dengan sangat baik. “Tahapan debat harus dilalui sebagai pembelajaran politik,” katanya seraya menjelaskan ketidak hadirannya dan ketiga kandidat pada debat public ke-1, sebagai bentuk perlawanan atas ketidak per-an yang diduga terjadi.
“Kami tidak hadir sebagai bentuk perlawanan terhadap intervensi-intervensi, ketidak per-an, agar masyarakat mengetahui apa yang kita inginkan untuk membawa kearah yang lebih baik.”
Sementara menjawab pertanyaan BEDAnews.com, yang terjadi pada sesi 3, Sodik dan Dimyati menjawab, konspirasi politik ada karena perasaan senasib, merasa dirugikan, konspirasi memakai hati dan fikiran dengan kedewasaan.
Namun sayang, Hj. Uu Sukaesih tidak bisa dimintai keterangan tentang “konspirasi” yang dikatakannya karena mendapat pengawalan ketat dan rapat dari para pendukungnya dari dalam gedung hingga masuk kendaraan ketika acara usai.
“Bergabungnya dalam tanda petik, bergabung para paslon oleh situasi merasa teraniyaya, karena Pak Walikota berkampanye terus (untuk memenangkan isterinya cawalkot nomor urut 4), kita gaduh rapih akibat raksasa yang tidak karuan,” Kata Sodik. (abraham)











