Cimahi, BEDAnews-
DPRD Kota Cimahi mengaku kecewa atas kinerja yang dilakukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Kota Cimahi. Pasalnya hingg semester pertama tahun anggaran 2013, penyerapan APBD baru mencapai 33 persen saja.Buntutnya, dewan meminta wali kota dipanggil menjelaskan hal itu. “Wali Kota Cimahi harus menjelaskan secara langsung kepada kami kenapa penyerapan APBD ini masih rendah,” kata anggota Badan Anggaran (Bangar) DPRD Kota Cimahi cecep Rustandi kepada BEDAnews, Kamis, (22/8),
Menurut dia, penyerapan APBD Kota Cimahi 2013 baru mencapai 33 persen, padahal pengesahan APBD dilakukan secara tepat waktu. dalam rapat Bangar pihaknya mempertanyakan keterlambatan penyerapan anggaran tersebut dalam rapat yang digelar bersama beberapa pejabat SKPD dan Asisten III Sri Nurul. Malahan, sejumlah anggota Badan Anggaran menginginkan supaya hal itu dijelaskan langsung oleh Wali Kota Cimahi Atty Suharti.
Hal yang sama disampaikan Alfian, hingga semester pertama tahun anggaran 2013 ini, penyerapan Biaya Tak Langsung (BTL) baru mencapai 33 persen dan biaya langsung 22 persen saja, sehingga pelaksanaan rapat badan anggaran agak memanas. “Dalam kurun waktu setengah tahun penyerapan anggaran masih rendah seperti itu, makanya kami mengingkan agar wali kota dipanggil untuk menjelaskan secara langsung kondisi yang terjadi,” sebutnya.
Sementera itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Cimahi Bambang Arie Nugroho mengakui hal itu. Kondisi ini terjadi karena sejumlah lelang proyek di pemerintahan Kota Cimahi belum dilakukan.Jika hal itu sudah dilakukan, pihaknya yakin penyerapan anggaran minimal bisa mencapai 60 persen.”Karena pelaksanaan lelang proyek masih belum dilakukan penyerapan anggaranpun baru sampai seperti itu,jika lelang sudah dilakukan saya yakin bisa mencapai 60 persen," pungkasnya.(Bubun M)











