Garut, BEDAnews
Masa liburan Idul Fitri 2013, Situ Bagendit Kabupaten Garut dipadati wisatawan local maupun mancanegara. Dari data pengunjung selama lebaran hingga Sabtu (10/8/2013), setidaknya sekitar 8.450 orang lebih telah mengunjungi kawasan obyek wisata ini.
Para wisatawan yang umumnya mengunjungi kawasan obyek wisata Cipanas, dan Candi Cangkuang terlebih dahulu tersebut, ketika memasuki kawasan Situ Bagendit Selain disuguhi pemandangan alam bentangan situ (danau) yang luas, juga disuguhi dengan sarana rakit bambu, sosoangan, flyng fox, dan kereta mini.
Kepala UPTD ODTW Situ Bagendit kabupaten Garut, Heri Restu kepada BEDAnews.com, menyebutkan di masa liburan lebaran ini, rata-rata kunjungan perhari sekitar 3000 orang wisatawan, dengan tariff masuk Rp. 5 ribu. “Soal kenaikan tarif itu sudah sesuai perda. Itu namanya tarif istimewa, khusus pada hari-hari besar libur," ujar Heri.
Heri mengakui daya tarik wisata di Situ Bagendit sekalipun agak menurun karena sulitnya pengaturan terhadap para pedagang yang membangun kios dagangan seenaknya, dan banyaknya tanaman eceng gondok dan ribuan rumpon yang memenuhi situ, namun pada liburan idul fitri 2013 ini tampaknya para pedagang tetap maupun liar itu bisa dibenahi.
Sementara itu beberapa waktu sebelumnya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Kabupaten Garut Mlenik Maumeriadi mengatakan, pihaknya akan melakukan pembahasan mengenai rencana pengembangan potensi wisata itu. Karena terkait dengan pemenuhan kebutuhan anggaran yang diharapkan kedepanya bisa dialokasikan pada APBD tahun mendatang. Baik melalui anggaran Propinsi, Daerah, maupun anggaran pusat.
Belakangan ini beberapa pengunjung Obyek wisata Candi Cangkuang, Situ Bagendit, Curug Cimana Racun, Santolo dan obyek wisata lainnya, banyak yang mengeluh atas ketidaknyamanan ditempat obyek wisata tersebut, hingga wajar bila pengunjungnya, ujar Mlenik. (Yanti)











