Bandung, BEDAnews
Masyarakat mengaku resah setelah mengetahui praktek kejam para rentenir berkedok koperasi di seputar wilayah Kec. Ujung Berung Bandung. Mereka berharap pihak pemerintah terkait, misalnya Dinas Koperasi, dan pihak Kepolisian segera memberhentikan koperasi-koperasi berkedok rentenir itu.
Tak sedikit korban-korban akibat dari bujuk rayu, bergelimangan. Salah satunya adalah Ny. Nani, warga Jl. Jajaway Rt 06 Rw 18 Kel. Antapani Kidul Kec. Antapani Kota Bandung, yang mengalami stroke akibat tekanan dari pihak koperasi berkedok rentenir.
“Akibat rayuan serta tekanan dari petugas koperasi itu, banyak korban yang mengalami stress, stroke, bahkan ada juga yang rumahnya habis dijual untuk menutupi cicilan ke koperasi”, kata sebuah sumber.
Maka dari itu pihaknya meminta kepada pihak pemerintah agar segera turun tangan menyelesaikan persoalan ini. “Kami berharap pemerintah lebih memperhatikan nasib rakyat kecil,” pungkasnya.
Pihak Dinas Koperasi Perindustrian, Perdagangan, dan UKM (Diskoperindag UKM) Kota Bandung, Kurnadi, S.H, menyatakan bahwa rentenir yang berkedok koperasi memang banyak ditemui di Kota Bandung. Namun, koperasi tersebut tidak memiliki badan hukum dan sebagian besar beroperasi di pasar. (hg)











