Banyak tertangkapnya bandar narkoba yang melibatkan jaringan internasional, mengisyaratkan bahwa Indonesia menjadi pasar empuk bagi pengedar barang haram tersebut. Maraknya peredaran narkoba dan sejenisnya, membuat semua pihak merasa khawatir akan masa depan bangsa. Apalagi, jaringan narkoba sudah masuk institusi sekolah yang nota bene targetnya para remaja.
Kondisi tersebut, membuat Yana Permana prihatin dan tergerak jiwa untuk ikut terlibat dalam menanggulangi peredaran Narkoba dikalangan generasi muda. Sebagai seorang penyuluh di Kantor Urusan Agama (KUA) Cimahi Selatan, Kemenag Kota Cimahi, Yana selalu paling terdepan dalam memberikan pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat terutama generasi muda tentang bahayanya Narkoba.
"Saya selalu memberikan arahan kepada masyarakat, terutama orang tua, untuk selalu mengawasi dan mengontrol anak-anaknya, jangan sampai terjebak dengan Narkoba," ungkap Yana saat ditemui BEDAnews.com di ruang kerjanya, Rabu (12/6).
Menurut Satgas Badan Narkotika Kota (BNK) Cimahi ini, masalah Narkoba bukan hanya tanggung jawab keluarga saja, tapi sudah menjadi masalah nasional, tentunya dalam penangulangannya tanggung jawab semua pihak. Sebab itu, dalam penangannannya harus melibatkan instansi terkait, baik kepolisian, BNN, BNK, LSM, Ormas, Tokoh Masyarakat, Ulama dan masyarakat itu sendiri. "Ketika memberi pencerahan dan pemahaman kepada masyarakat, saya selalu berkordinasi dengan instansi terkait," ujar pria yang terpilih menjadi Penyuluh KUA terbaik se-Cimahi ini.
Yana mengakui minimnya peran serta masyarakat dalam menanggulangi peredaran Narkoba, menyebutkan barang-barang haram tersebut sekarang banyak bentuk dan jenisnya, sehingga masyarakat kadang tidak tahu. “Maka tugas kita harus memberi pengetahuan tentang itu," terangnya.
Untuk masalah metode, lanjut Yana, ia menggunakan metode Rosullulloh dalam mengajak generasi muda menjauhi narkoba. "Kita ajak dan arahkan generasi muda untuk menjauhi Narkoba dengan hikmah dan pelajaran yang baik," ucapnya.
Yana pun berharap ada perhatian dari pemerintah, terutama Kemenag RI untuk memberikan perhatian lebih menyangkut anggaran kepada para penyuluh, yang nota bene berkatagori fungsional. "Penyuluhan, pembinaan, pencerahan kepada masyarakat menyangkut bahaya narkoba, kadang terbentur fasilitas, seperti infokus, laktop dan perangkat pendukung lainnya," pungkas Yana. (harry gibrant)











