Garut, BEDAnews
Puluhan imigran gelap asal Timur Tengah, terdampar di Pantai Cijeruk, Kec. Cibalong, Kab. Garut, Jumat (31/5) lalu, dan sebagian dari mereka kemudian melarikan diri ke kawasan hutan tak jauh dari pantai.
Kepala Satuan Polisi Air Polres Garut, AKP Asep Suherli saat ditemui BEDAnews.com menyebutkan, terdamparnya kapal yang ditumpangi imigran gelap tersebut, akibat terseret gelombang besar perairan laut Selatan yang sedang pasang.
Jika dilihat dari cirri fisiknya, para imigran tersebut berasal dari Timur Tengah. Namun saat dihampiri petugas, sebagian di antara mereka berlarian ke kawasan hutan tak jauh dari pantai tempat mereka terdampar, papar Asep saat dihubungi BEDAnews.com, Minggu (2/6).
Saat ini lanjut Kasat polair, pihaknya masih terus mengejar para imigran yang melarikan diri ke dalam hutan, termasuk nahkoda dan awak kapal lainnya. Sedangkan yang tidak melarikan diri untuk sementara ditampung di tepi pantai.
“Untuk sementara kami mengamankan 55 imigran, tiga di antaranya anak-anak. Mereka berasal dari Iran dan Afganistan yang hendak menyeberang ke Australia. Namun sebelum berhasil memasuki perairan lepas, kapal mereka keburu kandas,” jelasnya.
Rencananya, para imigran itu akan diangkut ke Mako Polsek Cibalong sebagai tempat penampungan sementara, sebelum dibawa ke Garut Kota untuk dikembalikan ke negara asalnya masing-masing. Asep berharap pihak imigrasi segera datang agar persoalan para imigran itu bisa segera diatasi, ujarnya. (Sighar)











