Bandung Bedanews
Berdasarkan kajian API dan hasil survey Badan Geologi, potensi Geothernal di Indonesia sebesar 28.617 MW yang tersebar di Sumatra, Jawa, Bali, NTT, Kangan bailk oleh kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua. Dengan jumlah lokasi keseluruhan sebanyak 299 titik dengan total wilayah kerja panas bumi (WKP) baru mencapai 58 WKP.
Dari ke 58 WKP tersebut, provinsi Jawa Barat memiliki 10 WKP dengan potensi panas bumi yang dihasilkan sekitar 3.290 MW. Adapun lokasinya terletak di Ciater; Ciberureum-Parabakti; Cibuni; Sisolok-Cisukarame; Gunung Tampomas; Gunung Tangkupan Perahu; Kamojang-Darajat; Karaha Cakrabuana; Wayang Windu-Pengalengan; Gunung Ciremai. Namun yang sudah dimanfaatkan untuk pembangkit listrik baru di Kamojang (200 MW), Gunung salak (330 MW), Darajat (235 MW), dan star Energy energy Geothermal (Wayang Windu) 227 MW.
Hal ini diungkapkan Rully Gunawan mewakili pihak manajemen PT Star Energy Gerothermal Wayang Windu Limited (SEG WWL) kepada wartawan saat melakukan tinjauan ke PLTP Wayang Windu, Pangalengan Kabupaten Bandung Kamis (30/5).
Sedangkan area konsensi dan pengelolaan yang digunakan oleh SEG WWL Windu yang terletak di desa Margamukti kec Pengalengan Kab Bandung –Jawa Barat. adalah 14.400.Ha di wilayah Kontrak Kerja; 90 Ha lahan Perkebunanan Teh,; 21,54 Ha lahan Perhutani dengan jumlah sumur sebanyak 39 sumur.
PLTP Wayang Windu (Tahap I) beroperasi secara komersial pada Juni tahun 2000 dengan listrik yang dihasilkan sebesar 110 MW. Sedang tahap II beroperasional secara komersial pada Feb 2009 dengan listrik yang dihasilkan sebesar 117 MW.
Lebih lanjut Rully mengatakan, sejak PLTP Wayang Windu beroperasional, sesuai dengan aturan pemerintah maka pihak manajemen SEG WWL telah mengeluarkan dana untuk program Corporate Social Responibility (CSR) baik diberikan kepada stakeholder/ pemerintah wilyah setempat maupun kepada masyarakat. Terutama untuk bidang Pendidikan, Pemberdayaan ekonomi masyarakat, kesehatan dan peningkatan infrastruktur umum dan social, ujarnya. (hermanto)











