BEDAnews, Hongkong
Volume perdagangan Indonesia dan Hongkong saat ini mencapai sekitar 6 milliar dollar Amerika Serikat, naik 1,3 persen dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah hampir 5 milliar dolar AS atau setara dengan Rp 11 triliun rupiah.
Tentu saja peningkatan volume perdagangan ini merupakan kabar gembira di tengah krisis ekonomi yang melanda dunia saat ini. Di tengah banyaknya pasar yang menciut, Indonesia dan Hongkong tetap bisa menjaga pertumbuhan perdagangan.
“Saya berharap perdagangan Indonesia-Hongkong dapat semakin meningkat dan membawa manfaat nyata bagi bangsa dan Negara”, ungkap Presiden SBY saat beramah tamah dengan perwakilan warga negara Indonesia, Minggu (25/3) di Hotel Shangri-La, Hongkong.
Dalam pertemuan antara Presiden SBY dengan Donald Tsang dan para Sektretaris Chief Executive tadi malam, juga dibahas upaya peningkatan investasi. Meskipun perekonomian Indonesia dan Tiongkok terus tumbuh, SBY melihat pertumbuhan tersebut masih bisa ditingkatkan.
"Kalau ekonomi kita tumbuh kuat, maka lapangan kerja akan tercipta, yang menggangur akan berkurang, karena bekerja yang miskin juga berkurang," ujar SBY. (Zulius ***)












