Garut, BEDAnews-
Kondisi Gunung Guntur, diketagorikan masih aman, tapi juga menyampaikan tanda-tanda saat letusan terjadi atau setelah letusan, baik secara lisan, tulisan maupun audiovisual. Untuk itu disampaikan rencana penanggulangan setelah bencana oleh BPBD dan Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0611/Garut, Letnan Kolonel CZI Dian Hendriana Surahman.
Menurut, unsur TNI AD Dian Hendriana sudah siap diterjunkan dalam menanggulangi bencana. Upaya yang aka dilakukan berupa pemetaan lokasi yang terkena dampak bencana letusan. Anggota TNI akan membantu evakuasi masyarakat ke zona aman dan mendampingi pengungsi selama di pengungsian.
“Kita lakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Ada pos yang terintegrasi, sehingga tepat waktu dan tepat sasaran,”ujar. Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0611/Garut, Letnan Kolonel CZI Dian Hendriana Surahman kepada BEDAnews.com Rabu (17/4/2013)
Sementara itu, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kab. Garut, Asep Irvan mengatakan, sosialisasi mitigasi Gunung Guntur secara langsung telah membuat para pengusaha dan pengelola objek wisata Cipanas merasa tenang. Untuk itu, ia juga berharap agar rasa tenang juga dirasakan para pengunjung sehingga tidak berpengaruh terhadap jumlah kunjungan wisatawan.
Setelah status Gunung Guntur dinaikkan dari normal ke waspada, yang kami harapkan adalah sosialisasi agar kami memahami apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dipersiapkan di saat status waspada seperti ini. Kami juga meminta pihak terkait untuk terus menyampaikan perkembangannya agar kami tetap waspada,”
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat, menggelar sosialisasi mitigasi bencana letusan Gunung Guntur. Sosialisasi dilakukan kepada para pengusaha dan manajer hotel di kawasan objek wisata Cipanas Garut.Hal tersebut dilakukan Untuk mengurangi dampak risiko bencana letusan di sekitar kawasan Gunung Guntur, Acara yang digelar di Aula Hotel Sabda Alam, Cipanas itu juga dihadiri dinas terkait, pemerintah setempat, dan perwakilan masyarakat. Dengan sosialisasi diharapkan para pengusaha, pengelola objek wisata, dan masyarakat lebih memahami kondisi Gunung Guntur saat ini sehingga bisa lebih tenang.
Adapun, upaya untuk memberikan informasi yang jelas, terkait kondisi Gunung Guntur saat ini. kami ingin memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi masyarakat yang tinggal di sekitar Gunung Guntur maupun para pengusaha dan pengelola objek wisata Cipanas, Garut,” kata Kepala BPBD Provinsi Jawa Barat, Udjawalprana Sigit kepada BEDAnews.com kemarin.
Sigit berpesan, mereka yang turut hadir pada acara sosialisasi bisa menjadi penyambung lidah untuk berbagi informasi dengan warga lainnya, agar apa yang disampaikan semakin tersosialisasikan. Dengan demikian, masyarakat di sekitar kaki Gunung Guntur bisa tetap beraktivitas tanpa ada kekhawatiran.
Ditegaskan, Gunung Guntur yang berstatus waspada masih tergolong aman bagi masyarakat yang tinggal pada radius di atas 2 kilometer dari puncak gunung. Begitu pun dengan wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Cipanas. Terlebih jarak antara Puncak dengan Gunung Guntur sekitar 4 kilometer. Oleh karena itu, Sigit mengimbau para wisatawan agar tetap tenang.
Yang jelas kata Sigit, Objek wisata Cipanas, Garut berada di zona aman karena lokasinya berjarak sekitar 4 kilometer dari puncak Gunung Guntur. Oleh karena itu, kami mengimbau wisatawan agar tidak mengurungkan niatnya menikmati liburan di Cipanas. Begitu pun dengan warga yang berdomisili di sekitar Gunung Guntur, diharapkan tetap beraktivitas seperti biasa,” tambahnya.
Lebih jauh Sigit mengatakan, selama ini pihaknya sudah siap melaksanakan tugas penanggulangan bencana jika Gunung Guntur benar-benar meletus. Bahkan pihaknya juga sudah menyiapkan jalur evakuasi bagi masyarakat untuk mengungsi ke zona aman dibantu petugas TNI, Polri, dan relawan bencana. Jika Gunung Guntur meletus, pihaknya tinggal menggerakkan masyarakat ke tempat pengungsian, ujarnya. (Sighar)











