Garut, BEDAnews
Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Cabang Kadungora Barat bertekad ditahun 2013/2015 menjadi Gerakan Pelajar yang mandiri, sehingga IPM Cabang Kadungora Barat ini dapat menciptakan SDM yang handal serta menjadi Rumah kreatif bagi pelajar Kadungora Barat, demikian dituturkan ketua IPM Kadungora Garut, Fahrudin Abas kepada Bedanews.com, Minggu (14/4/2013).
Sebagai ortom dari Muhammadiyah, ketua IPM Fahrudin diharapkan menjadi tumpuan bagi ranting-ranting IPM diwilayah kabupaten Garut dimasa Periode 2013-2015 hingga kedepanya.
Adanya keinginan keras IPM Kadungora Barat ini menjadi pusat percontohan bagi para pelajar, menurut Fahrudin, bisa terlaksana apabila adanya kebersamaan dikalangan Pimpinin pada ortom tersebut. Karena, maju mundurnya sebuah organisasi IPM ini tergantung kebersamaan diantaranya sekertaris umum yang dibantu oleh bagian-bagianya, ujarnya.
Namun, bagi Fakhruddin yang terpilih menjadi ketua IPM di periode 2013/2015 ini, tidak adanya dukungan dari keluarga itu bukan sebuah kendala atau hambatan, justru dengan adanya kendala pasti sebuah proses kemajuan di IPM tersebut. Dan dirinya lebih semangat bagaimana agar PC. IPM lebih maju dan menjadi sorotan yang positip bagi ortom diranting lainya.
Adapun, Pimpinan PC. IPM Kadungora Barat untuk Periode 2013/2015 diantaranya. Ketua Umum (Fakhruddin Abbas), Sekretaris umum (Bangbang), Bendahara Umum (Dyah Nurani), Bendahara 1 (Eno), Kabid Perkaderan (Ade ari.), Kabid PIP (Iba), Kabid KDI (Wina), Kabid ASBO (Didin), kabid Advokasi (Rifal), Ketua lembaga Kewirausahaan (Kaniawati) dan anggota lainnya.
Disamping itu, ketua umum ditingkat ranting/sekolah yaitu : SMPM 1 (Indriyani), SMPM 2 (Mega), SMPM 3 (Icha), SMKM 1 (Diana), SMKM 2 (Ajang), SMKM 3 (Didawati), SMAM (Nurfauzah), Mesjid Nangkabongkok (Doni) dan Mesjid Sukawening (Anton), semuanya berjumlah 7 Ranting sekolah dan 2 Ranting Mesjid.
Hingga saat ini IPM Kadungora Barat terus berjuang demi mewujudkan cita-cita kedepanya. Dan diharapkan adanya daya dukung yang tinggi dari Muhammadiyah itu sendiri, baik secara materiil, maupun spiritual. (Yanti)











