Garut, BEDAnews
Ujian Nasional (UN) untuk tingkat SMK yang akan berlangsung Senin (15/4) sampai Kamis (18/4) ini, berbeda dengan pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya. Perbedaan tersebut menurut kepala SMK Muhammadiyah 1 Kadungora Garut, H. Enceng Syafrudin, S.Pdi., antara lain dalam hal kriteria kelulusan, ketiadaan ujian ulangan, ketiadaan pengawas tim indevenden, jumlah paket soal, dan adanya uji petik lapangan, berdasarkan prosedur operasi standar (POS), yang dikeluarkan badan standar nasional pendidikan (BSNP).
“Pihak sekolah selalu optimis dalam membangun semangat siswa terus belajar tanpa henti sebelum UN dilaksanakan. Apapun halangan dan tantangan akan terus dihadapi, untuk menggapai sebuah cita-cita agar seluruh siswa lulus seratus persen. Dan diharapkan tidak ada siswa yang diketagorikan tidak lulus,” ujar Enceng Syafrudin pecan lalu kepada bedanews.com.
Namun lanjut Enceng, agar 204 siswa di SMKM 1 ini lulus seratus persen, itu perlu adanya dukungan dari berbagai pihak diantaranya lingkungan keluarga, sekolah, dan lingkungan masyarakat. Terutama dalam membentuk percaya diri pada diri siswa dalam melaksanakan UN. Terlebih kultur percaya diri di sekolah tentunya itu dimulai dari kepala sekolah, guru, dan termasuk staf administrasinya. (Sighar)











