BEDAnews, Cimahi
Era globalisasi membawa perubahan mendasar dalam tatanan kehidupan manusia. Tak terkecuali lembaga perguruan tinggi di tuntut untuk menjawab segala tantangan dan tuntutan kemajuan zaman tersebut.
Menurut Ketua Yayasan Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Musdriyah Kota Cimahi, H. Bunyamin Alamsyah, SH., M.Hum., untuk menjawab tantangan tersebut, harus ada transformasi ilmu, budaya, Akhlaq (moralitas) serta pengusaan Ilmu Teknologi (IT).
Penguasaan tiga pilar termasuk IT adalah sesuatu yang tidak bisa dihindarkan jika ingin maju. Sebab itu, kata Bunyamin STAI Al Musdariyah disiapkan untuk menjawab segala perubahan dan tantangan zaman.
”Bangsa yang maju adalah bangsa yang mengusai ilmu, budaya, akhlaq dan ilmu teknologi. Maka kami berusaha mendorong civitas akademika Almusdariyah untuk mencetak lulusan yang berkualitas, cerdas, trampil, berakhlaqulkarimah dan berdaya saing,“ ungkap Bunyamin, diruang kerjanya Sabtu, (17/2).
Dalam memajukan pendidikan lanjut Bunyamin, pihaknya akan menerapkan keseimbangan antara konsumerisme dengan pembinaaan kareakter building, sehingga kedepan berjalan sinergis, tidak hanya konsumerisme oriented tapi ada nilai ketulusan yang dibangun. “Bagi para pendidik ada tugas mulia dibalik sikap konsumerisme yaitu transformasi llmu yang memerlukan keikhlasan,“ ujarnya.
Doktor Hukum Jebolan UII Jogya ini juga mengungkapkan bahwa untuk melahirkan lulusan yang berkualitas pihaknya terus melakukan peningkatan dan pengembangan akademik, seperti pelatihan, bimbingan lokakarya, evaluasi kurikulum dan work shop yang baru-baru ini dihadiri oleh Kasubdit Ditjen Dktis Kemenag RI bidang Akademik dan Kemahasiswaan.
Dijelaskan Bunyamin, untuk mingkatkan kualitas pendidikan perlu stimulus dari pemerintah dan masyarakat. Diharapkan dengan stimulus itu bisa memacu para pendidik lebih kreatif dan inovatif sehingga mempunyai kualifikasi dan kompetensi keilmuan.
Diakui Bunyamin, masih ada anggapan masyarakat ketika pemerintah menggulirkan bantuan dana pendidikan, semuanya harus gratis, padahal dengan program bantuan itu, masyarakat dituntut untuk berdikari agar pendididkan lebih maju. ”Kami selalu konsisten dan pro aktif mendukung pemerintah Kota Cimahi, khususnya Jawa Barat umumnya dalam bidang pendidikan,“ tandasnya.
Bunyamin mengungkapkan kemajuan kampusnya tidak telepas dari peran Kopertais yang telah memberikan pembinaan, pengawasan, pengendalian dan arahan.
Ditempat yang sama, Ketua STAI Al-Musdariyah, Hj. Upi Komariah, SH., MH., berharap segala program dikampusnya mendapat dukungan dari civitas akademika, pemerintah dan masyarakat.
“Kerjasama sinergis dari semua pihak sangat menentukan kemajuan kampus ini, kami minta masyarakat Cimahi tidak ragu memasukan anaknya di kampus STAI Almusdariyah,” pinta Upi.
Diutarakan Upi, kampusnya baru menjalankan dua Prodi yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Muamalah dengan jumlah mahasiswa 1500 orang, dan pusat perkuliahan di kampus Cimahi. Dan dalam waktu dekat akan dibuka prodi umum dan agama. “Semoga lulusan Almusdariyah bisa mengabdikan ilmunya bagi bangsa dan Negara,“ harap Upi. (Hargribs/Munawar)











