Bandung, BEDAnews
Wakil Walikota Bandung Ayi Vivananda bersama rombongan terdiri dari Kepala Dinas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Deddi Mulya dan Sekretaris Dinas Elly Wasliah, Kamis (04/04) mengunjungi gudang Beras Bulog yang berlokasi di Gedebage.
Menyambut kedatangan rombongan, Kepala Sub Divisi Regional Bandung Irwan Gunawan menyatakan bahwa gudang beras Bulog mampu menampung 17.500 ton Beras yang berasal dari 2 kota di 5 wilayah dengan 933 ton adalah alokasi untuk distribusi Kota Bandung yang didistribusikan melalui mitra dengan harapan, adalah target tercapai dari daerah yang surplus ke daerah yang kurang supplai berasnya.
Selama ini apabila ada beras yang kadar airnya tinggi, kosong, broken itu adalah karena pada saat dilakukakan survey dari lapangan dan pada faktor proses pemasukan tidak terdeteksi dengan baik, ungkap Irwan.
Irwan juga mengungkapkan, untuk harga, Bulog mematok harga sebesar Rp.6.600,- dan dipasar kira–kira diatas Rp. 7.000,- Meskipun beras Bulog lebih murah, tetapi bedanya dipasar tingkat kebasahannya lebih dari 15 persen, sedangkan beras yang berasal dari Bulog hanya 14 persen jadi kuat untuk 6 bulan disimpan.
Sementara dalam kunjungannya, Ayi melakukan inspeksi sekaligus menimbang beras Raskin yang akan dibagikan. Ayi juga melakukan inspeksi ke setiap sudut tumpukan beras untuk melihat perbandingan kualitas dari beras antara yang sudah lama disimpan dan masih baru.
Berkaitan dengan keresahan mengenai Raskin yang dijual, Ayi mengatakan akan menindak lanjuti hal tersebut karena menurutnya ada beberapa faktor yang harus diperhatikan. (Bd)











