Bandung, BEDAnews
Sekitar 500 orang turun bersama memunguti dan mengumpulkan sampah non organik juga menanam sekitar 400 pohon di sepanjang bantaran Sungai Cikapundung yang menjadi ikon Kota Bandung, mulai dari Babakan Siliwangi sampai Curug Dago.
Mereka terdiri dari beberapa komunitas karang taruna kecamatan, komunitas Cikapundung, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) juga masyarakat umum yang turut serta mengikuti kegiatan CIKAPUNDUNG HIKING ORIENTERING GAME (CIHOG) 2013.
Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda dalam sambutannya mnyebutkan, "Cihog yang ke 3 ini merupakan kegiatan yang kita lakukan di sungai Cikapundung, hal ini ditujukan agar terus tumbuh kesadaran dan kebangggaan terhadap sungai yang menjadi ikon kota Bandung, juga 46 sungai lainnya untuk bersih kembali seperti dahulu," katanya saat melepas peserta gerak jalan tersebut di Babakan Siliwangi, Sabtu Pagi (30/03/2013)
Ayi mengatakan untuk merevitalisasi Sungai Cikapundung ini tidak dapat dilakukan sendiri oleh Pemerintah Kota Bandung saja, namun dibutuhkan kerjasama semua pihak, antara masyarakat, pihak swasta, seniman dan budayawan, juga perguruan tinggi tidak terlepas juga peran Pemerintah Propinsi.
"Jika hanya pemerintah saja kemampuannya terbatas dan umurnya pun terbatas, para pejabat pun bisa pensiun tapi warga masyarakat tidak ada kata pensiun tetap saja warga Bandung," ajak Ayi kepada peserta turut bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan.
Selain memunguti sampah dan menanam pohon, Cihog 2013 tersebut diwarnai dengan berbagai kegiatan sosial, pembagian sembako serta kegiatan pengembangan usaha ekonomi kecil, dalam kegiatannya peserta wajib menuju sebuah titik tertentu dengan hanya membaca petunjuk yang telah dipersiapkan, dalam perjalannanya mereka berlomba memunguti sampah sepanjang jalan yang mereka lalui.
Impian Sungai Cikapundung bersih, sehat, dan memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat serta menjadi salah satu potensi wisata terbaik di kota Bandung demikain di ungkapkan Ayi.
"Yang terpenting untuk mengingatkan kepada publik bahwa sungai sebenarnya bisa kita jadikan sebagai tempat bermain, namun tentu persyaratannya sungai itu harus bersih, sehingga rasa suka dan memiliki akan tumbuh kesadaran sungai bukanlah septiktank komunal atau menjadi tempat sampah besar," pungkasnya. (Bd)











