Bandung, BEDAnews
Selama tahun 2009-2011, Inflasi Kota Bandung menunjukkan hasil yang menggembirakan karena selalu berada di bawah inflasi nasional dan Jawa Barat yaitu rata-rata sebesar 3,13%.
Namun demikian menurut walikota Bandung Dada Rosada, pada tahun 2012 tekanan inflasi di Kota Bandung meningkat menjadi 4,02% dan angka tersebut sudah berada di atas inflasi Jawa Barat yang sebesar 3,86%.
Dalam perkembangan terkini, awal tahun 2013 tekanan inflasi Kota Bandung juga semakin meningkat yaitu mencapai 4,51% (yoy). Terutama didorong oleh kelompok bahan makanan, khususnya produk hortikultura, ungkap walikota Bandung, Rabu (27/03) saat mengukuhkan Forum Koordinasi Pengendalian Inflasi (FKPI) Kota Bandung di Pasar Kosambi Bandung.
Selain itu Dada juga mengungkapkan bahwa tantangan yang akan dihadapi pada tahun 2013 ini cukup berat. Dari sisi eksternal, kondisi pemulihan perekonomian global diperkirakan saat ini tidak akan selesai dalam waktu singkat sehingga pertumbuhan ekonomi dunia masih tumbuh dilevel yang rendah. Dari sisi domestik, perlu diantisipasi berbagai faktor yang dapat mengurangi daya saing industri, seperti kenaikan tarif dasar listrik, Upah Minimun Kabupaten/Kota, hambatan infrastruktur, dan sebagianya.
Meskipun demikian, perekonomian Kota Bandung diperkirakan masih dapat tumbuh lebih tinggi terutama disumbang oleh sektor Pariwisata. Kota Bandung yang merupakan kiblat fashion nasional turut memberi andil yang besar bagi pertumbuhan ekonomi. Bahkan sudah bukan rahasia lagi produk tekstil kita di Pasar Baru sering diborong oleh negara tetangga kita malaysia. (Bd)











