Garut, BEDAnews
Pemimpin berkecerdasan intelektual, emosional dan religius yang mampu menjaga sebuah sistem aturan dengan moralitas jelas, merupakan kunci memulai pembangunan Kabupaten Garut menuju kebangkitannya.
Modal kepemimpinan tersebut juga mesti sesuai dengan sedikitnya tiga kekuatan dasar yang sebenarnya dimiliki masyarakat Garut selama ini. Yakni kekuatan spiritual, emosional, dan kewirausahaan.
Kekuatan spiritual, dalam arti orang Garut yang takwa dan soleh/solehah. Kekuatan emosional, yakni memiliki komitmen semangat kuat untuk membangun Garut. Kewirausahaan untuk memberikan kesempatan masyarakat maju secara ekonomi.
Hal itu dipaparkan pendiri ESQ Leadership Center, Pusat Penyelenggara Program Pelatihan ESQ, Ari Ginanjar Agustian, saat berkunjung ke Garut bersama rombongan pengendara motor gede menemui para alumni ESQ di Pabrik Dodol Garut Picnic Jalan Pasundan, Jum’at (15/3).
Menurut Ari, potensi Garut untuk maju sebenarnya sangat besar, baik dari sisi sumber daya manusianya maupun sumber daya alamnya. Terlebih, masyarakat Garut selama ini dikenal sebagai masyarakat religius. Kebersamaannya pun cukup tinggi, seperti diperlihatkan dengan adanya sejumlah perkumpulan tokoh-tokoh Garut di luar daerah.
Ari bahkan menilai Garut ibarat percikan surga yang turun di bumi Indonesia. Dalam Al Quran digambarkan, mengalir sungai-sungai dibawah di sebuah tempat di mana udaranya sejuk, tapi ada air panas mengalir, dan tanahnya subur. Hanya ungkapan syukur yang bisa saya ungkapkan ketika melihat daerah dan kehidupan di Garut. Kalau ada percikan surga jatuh di Indonesia, mungkin jatuhnya di Garut. Ini yang harus disyukuri masyarakat Garut," ungkapnya.
Ari menyebutkan, Allah berbicara tidak hanya melalui Al Quran dan Rasul-Nya namun juga melalui alam. Melalui keindahan alamnya itu, Allah berbicara tentang potensi kekuatan masyarakat Garut. Sehingga harus menjadi pesan bagi semua pemimpin di Garut agar dapat menegakkan nilai-nilai moralitas, religiusitas, dan intelektualitas. Dengan begitu, diharapkan pemimpin di Garut dapat membawa Garut sangat maju secara ekonomi maupun moral.
Jadi kejadian-kejadian (buruk) di Garut selama ini, itu harus menjadi cambuk agar Garut lebih maju dan hebat. Ibarat per, makin ditekan maka energinya kian tinggi. Jadi ketika banyak isu maka rakyat Garut justeru harus bangkit membuktikan bahwa Garut merupakan yang terbaik, bukan hanya di Jawa Barat, melainkan di Indonesia, tegas Ari.
Untuk memulai kebangkitan Garut tersebut, lanjutnya, harus dimulai dari langkah para pemimpinnya. Karenanya, Ari berharap masyarakat Garut dalam menghadapi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Garut pada 8 September 2013 mendatang dapat memilih calon pemimpinnya secara cerdas, dan tidak terbawa kepentingan money politic.
Jadi tetap saja kemajuan Garut pada akhirnya terletak pada rakyat Garut sendiri yang harus cerdas untuk menentukan pemimpinnya ke depan," pungkasnya, (Sighar)











