Garut, BEDAnews
Salah satu langkah mengantisipasi peredaran narkoba di Kabupaten Garut, BNN kabupaten Garut gencar melakukan sosialisasi anti narkoba melalui pembentukan kader Anti Narkoba dikalangan mahasiswa dan pelajar.
Menurut kepala BNN kabupaten Garut, Agus Juanda, M.Si., mereka harus diberikan pembekalan dalam Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kader Anti Narkoba, khususnya di dunia pendidikan seperti Kampus Akademi Manajemen Informatika dan Komputer (AMIK) Kabupaten Garut, SMK/SMA sampai tingkat SD.
Umumnya, kader-kader Anti Narkoba sudah terbentuk dilingkungan pendidikan kabupaten Garut, dimana pembina pembentukan kader adalah dari BNN Kabupaten Garut, serta Pemateri berasal dari unsur BNNK Garut, Pengadilan Negeri, dan dari setiap Fakultas dan perguruan tinggi yang ada di kabupaten Garut.
“Kader anti narkoba mesti mampu menerapkan 3M, yakni mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, dan mulai dari sekarang,” jelas Agus Juanda kepada Bedanews.com, Kamis (14/3).
Agus berharap, kader anti narkoba yang sudah dibentuk, dapat menjadi kader yang tangguh, berjiwa pemimpin, ulet, mampu menyampaikan informasi dengan baik, dan mempunyai kepedulian serta kecintaan kepada sesama manusia.
Cara membendung peredaran gelap narkoba lanjut Agus, yakni mengajak sebanyak mungkin anggota masyarakat terlibat aktif dalam upaya pencegahan serta peredaran gelap narkoba. Juga, menyebarluaskan informasi terkait upaya Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN).
Yang jelas kata Agus, untuk membangun remaja bebas dari penyalahgunaan narkoba, yang didasarkan kepada pencermatan karakteristik pengguna dan sekaligus tindakan yang melatarbelakanginya. “Pada intinya adalah tahu, faham dan sadar akan bahaya narkoba, sehingga imun terhadap Narkotika,” ujar Agus. (Sighar)











