Bandung, BEDAnews
Ratusan keluarga anak – anak jalanan, menerima 565 paket sembilan bahan pokok (sembako) yang diserahkan Wakil Walikota Bandung, Ayi Vivananda, Sabtu (09/03/2013) di Plaza Balaikota Bandung, Jl. Wastukancana no.2 Bandung.
Pemberian paket sembako tersebut menurut Ayi, merupakan salah satu bukti keperdulian Pemerintah Kota Bandung terhadap kesejahteraan warga yang masuk keluarga kategori kurang mampu.
“ini merupakan tanda bahwa pemerintah memiliki perhatian khususnya terhadap anak-anak jalanan, kita berusaha semaksimal mungkin untuk meringankan beban warga Kota Bandung dalam hal ini ditandai dengan pemberian bantuan hasil kerjasama Kementrian Sosial RI dan Yayasan Makkah Al-Mukarramah,” jelasnya.
Sementara dikatakan Kepala Bidang Pembinaan Rawan Sosial Dinas Sosial Kota Bandung, Ecih Sukaesih, bahwa anak jalanan yang terdata di Kota Bandung sekitar 2.612 orang. Jumlah tersebut 80 persennya berasal dari Kota Bandung, sisanya 20 persen dari daerah luar Kota Bandung yang ikut orang tuanya menjadi gelandangan pengemis. “Persentase anak jalanan ini kebalikannya dari gelandangan pengemis 80 persen dari luar kota bandung 20 persennya dari kota bandung,” terang Ecih.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Kesejahteraan sosial anak kementrian Sosial RI, Drs. Bambang Mulyadi, M.Si, mengatakan kegiatan tersebut selain salah satu bentuk keperdulian pemerintah baik pusat maupun daerah, juga menjadi momentum untuk bersama sama memperhatikan anak-anak yang sering kali berada di jalanan untuk tidak lagi berada disana karena bukan tempatnya.
“ini sekedar meringankan beban saudara saudara kita, Bandung mempunyai target bebas anak jalanan di tahun 2014 dan ini menjadi pertimbangan Kementrian Sosial mendorong Pemerintah Daerah lebih bersemangat lagi dapat merealisasikan target-target Bandung bebas anak jalanan,” kata Bambang.
Ayi berharap keluarga yang mendapatkan bantuan pada hari ini kehidupan ekonominya lebih meningkat sehingga kedepan keluarga ini bukan sebagai penerima lagi namun menjadi yang membantu keluarga lainnya yang belum mampu.
“Pemerintah kota membuat program yang komprehensif agar keluarga yang anak-anaknya masih dijalanan nanti kelak bisa kembali bersekolah ditambah jam belajarnya melalui rumah singgah dan ibu-ibunya dibina masuk kelompok usaha bersama dari dinas sosial, sehingga target bebas anak jalanan 2014 dapat terealisasi,” katanya.
Ayi menghimbau kepada warga Kota Bandung untuk menjadi relawan di rumah-rumah singgah, “Dalam kesempatan ini saya juga mengajak teman-teman mahasiswa atau siapapun juga yang bersedia mejadi relawan untuk memberikan pelajaran tambahan pada anak-anak jalanan,” himbaunya. (BD)











