BANDUNG, BEDAnews
Di tahun 2013 ini perekonomian Jawa Barat harus mampu menjawab tantangan yang cukup signifikan. Beberapa faktor yang menjadi agenda penting di tahun ini diantaranya hajat politik pilkada Jabar, konsolidasi partai politik menyongsong pemilu 2014 dan terjadinya ketidakpastian perekonomian global.
Membahas masalah tersebut, Bank Jawa Barat (BJB) bekerja sama dengan Inilah Koran menyelenggarakan Diskusi Outlook Perekonomian Jawa Barat 2013 bertajuk “Peluang Pertumbuhan & Tantangannya”, di Grand Ballroom, Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Rabu (27/2/2013).
Beberapa pembicara pakar ekonomi maupun pelaku ekonomi menjadi narasumber diantaranya Staf Ahli Menko bidang Persaingan Usaha, Supriyadi, Kepala Kantor Bank Indonesia cabang Bandung, Zaini Aboe Amin, Wakil Ketua Kadin Jabar, Yanuar P Ruswita, Dirut Bank BJB syariah, Riawan Amien dan ekonom Unpad, Ina Primiana.
Dalam sambutannya, Staf Ahli Menko bidang Persaingan Usaha, Supriyadi menyatakan, ketidakpastian perekonomian global memberikan dampak yang cukup signifikan bagi perekonomian Indonesia utamanya Jawa Barat.
“Meski secara kinerja tahun 2012 lalu, pemerintah provinsi Jabar masih mampu mempertahankan pertumbuhan dalam kisaran yang sangat tinggi, namun prospek perekonomiannya masih harus dipetakan secara terencana,” ujar Supriyadi.
Sementara itu ketua panitia pelaksana, Hendra Karunia mengatakan, dalam outlook ini para peserta akan mendapatkan pencerahan mengenai kondisi dan situasi perekonomian di Jabar. Begitu pula terkait peluang, kesempatan, dan tantangan usaha di wilayah Jabar yang dipaparkan secara lebih holistik sehingga dapat dijadikan sebagai panduan.
"Saya pikir para pelaku usaha di Jabar dapat menjadikannya sebagai pegangan dalam berusaha meskipun kita tidak berpretensi menjadi yang paling lengkap menggambarkan postur perekonomian Jabar," ujar Hendra saat ditemui di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika Kota Bandung, Rabu (27/2).
Melalui diskusi ini, lanjut Hendra, peserta mampu melihat peluang serta tantangan di bidang perekonomian ke depannya. "Setidaknya dengan outlook ini kita dapat mengenali peluang yang mungkin dan tantangan yang dihadapi," tutupnya. (Lanie)











