CIMAHI, BEDAnews
Budi daya ikan di lokasi Balai Benih Ikan (BBI) Kota Cimahi diakui pengelolanya kurang maksimal. Pasalnya, selain kurangnya jumlah pegawai, juga terkendala biaya operasional.
"Selain kurangnya pegawai, kami merasa kurang diperhatikan mengenai biaya operasional, melihat tidak sesuainya antara luas lahan peternakan ikan dan pegawainya," Ujar Koordinator BBI Ari Susanto kepada wartawan, Senin (18/2).
Dikatakan Ari, Peternakan ikan air tawar ini, terus dimaksimalkan perkembangbiakannya, namun dengan minimnya jumlah petugas baik administrasi maupun petugas pengembangbiakan, pihaknya mengaku kesulitan mengerjakan secara maksimal lahan yang cukup luas itu. Kolam yang ada sebanyak 20 dan 4 kolam pengembangan benih, namun tidak sesuai dengan jumlah pegawai yang hanya 5 pegawai.
Untuk fasilitas yang sudah diberikan oleh Pemerintah Kota diakui Ari sudah cukup baik, seperti pengecekan oleh wali kota dan tempat akuarium untuk karan ikan yang siap didistribusikan beserta kantor baru yang sudah dibangun, namun itu saja tidak cukup.
“kami membutuhkan petugas, penambahan biaya operasional, mengenai penambahan personel dan biaya operasional sehaurusnya tidak ditunda-tunda, tapi Pemerintah Kota sudah berjanji akan segera menangani ini pada Bulan Maret,” tandasnya. (Bubun M)











