BANDUNG, BEDAnews
Komisi B DPRD Jawa Barat minta agar kelangkaan daging sapi yang terjadi di Jawa Barat dapat diatasi dengan program pengembangan sapi rancah di Kab. Ciamis.
Hal ini dikatakan Sekretaris Komisi B DPRD Jawa Barat Drs. H. Ade Ghozali yang juga pimpinan rombongan Komisi B yang melakukan kunjungan kerja ke Kecamatan Rancah Kabupaten Ciamis, untuk memantau progam pengembangan sapi Rancah.
Dalam penjelasannya kepada rombongan anggota komisi B, Kadis Peternakan Ciamis menyatakan, tingginya minat konsumen atas sapi rancah disebabkan harganya yang lebih murah dibandingkan dengan sapi peranakan impor, dan daging sapi Rancah disukai karena kandungan karkasnya tinggi namun rendah lemak.
Sapi local jenis rancah diketahui merupakan plasma nutfah sapi local di Ciamis, populasinya berkembang di Kecamatan Rancah dan kecamatan Rajadesa serta peluang pengusahaan sapi rancah pun tampak lebih mudah diadaptasi masyarakat, karena sapi rancah tergolong jinak, pemeliharaan efisien, relative tahan penyakit tropis dan parasit serta mempunyai kemampuan reproduksi yang baik.
Hal ini juga dipertegas sejumlah pelaku usaha ternak sapi potong di Ciamis yang menyatakan tingginya pasar sapi rancah sangat terasa saat ini mencapai sekitar 70% konsumen sapi potong ternyata lebih meminati sapi potong local, terutama rancah dengan sejumlah pertimbangan.
Tetapi ditengah meningginya kembali peluang pasar, saat ini usaha peternakan sapi rancah menghadapi kendala terutama percepatan pengembangan populasinya. Selain proses reproduksi yang hanya mengandalkan kawin alamiah, pemotongan sapi rancah jantan juga sangat tinggi.
Sementara jalur perdagangan sapi rancah, saat ini meliputi kecamatan Rancah dan Kecamatan Manonjaya Tasikmalaya, Kabupaten Kuningan dan Kecamatan Dayeuh luhur Kab. Cilacap. Di tempat-tempat itu biasanya berputar pembelian sapi jantan dan bakalan (sapi belum dewasa), untuk kemudian dibesarkan dan sudah dipesan para pembeli, terutama dari Bandung dan Jakarta.
Guna Mengatasi hal ini Dinas Peternakan Kab. Ciamis bersama Dinas Peternakan Jawa Barat kini tengah melakukan berbagai upaya untuk membangkitkan kembali usaha peternakan sapi Rancah.
Mereka sedang merintis pemurnian dan pengembangan sapi rancah/local Jawa barat, melalui penetapan identitas sapi rancah, serta menetapkan pola perkawinan yang tepat untuk menghasilkan bibit berkualitas serta pola pengembangan populasi. (hermanto)











