GARUT, BEDAnews
Kabupaten Garut berupaya mengembangkan sumber bibit tanaman murbai seluas dua hektar yang lokasinya di desa Ciilampuyang Kecamatan Malangbong kabupaten Garut. Pengembangan bibit tersebut, yang bekerjasama dengan balai persatuan alam, kebun tanaman pakan ulat sutera di desa lampuyang tersebut yang diarahkan sebagai kebun bibit tanaman murbai dan skaligus sebagai tempat uji coba berbagai jenis tanaman murbai.
Nantinya, siapa saja yang mau mengembangkan budi daya tanaman murbai tersebut, bibitnya bisa mengambil diwilayah Cilampuyang kecamatan malangbong, tutur kepala Cinas kehutanan kabubaten Garut Sutarman, kepada bedanews, (15/2).
Diakuinya, gairah masyarakat terhadap budidaya sutera alam sekaligus tanaman murbai sebagai alat penunjangnya. Mengalami kemerosotan itu akibat serbuan produks kokon dan benang sutera impor dari Negara cina sejak tahun 2000 lalu. Adapun, nilai ekonomi persuteraan alam diarah hulu tidak sebanding dengan diarah hilir yang mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Saat ini, lahan tanaman murbai di kabupaten Garut khususnya tercatat seluas 13.55 hektare. Yang tersebar disejumlah lokasi dan tanaman murbei merupakan salah satu tanaman rehabilitasi, ujar Sutarman.
Budi daya tanaman murbei itu dapat dikembangkan melalui pola social forestry atau agroforestry, daur (siklus) budi daya ulat sutera relative pendek sekitar 30 hari. Sedangkan tanaman murbei bisa memproduksi pakan ulat sutera pada usia 6-9 bulan setelah penanaman, ujar Sutarman. (Sighar Hrm)











