CIMAHI, BEDAnews
Pemkot Cimahi khususnya Dinas Pekerjaan Umum, diminta maksimal melakukan pengawasan perbaikan serta fungsi saluran dan drainase, sehingga bisa mencegah banjir.
Warga Kelurahan Cibabat Wawan Darmawan (46) mengatakan, Pemkot harus benar-benar melakukan pengawasan dalam melaksanakan program perbaikan saluran dan drainase yang kurang berfungsi, karena jika dibiarkan dapat menyebabkan banjir.
”Pengawasan harus dilakukan maksimal, jangan sampai baru dilakukan perbaikan namun rusak kembali dikarenakan rendahnya pengawasan," tegasnya Selasa (12/2).
Dia menambahkan, jika pengawasan diperketat, pemborongpun tak akan asal-asalan saat mengerjakan proyek. Jangan menyalahkan faktor alam seperti hujan maupun proses pengerjaan yang menyita waktu namun harus diperhatikan agar sebuah proyek dapat bertahan lebih lama, katanya.
"Pengerjaan proyek itu kan menggunakan dana APBD, jadi jangan sampai pengusaha mengerjakannya asal-asalan karena lemahnya pengawasan. Dengan adanya perbaikan drainase di beberapa titk bisa mengurangi potensi banjir yang ditimbulkan saat musim penghujan," terangnya.
Kepala Seksi Drainase Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Cimahi, Indra Heryawan menuturkan, Pemkot telah menyiapkan dana sebesar Rp. 4,5 miliar untuk melaksanakan program perbaikan sendimen saluran sungai dan drainase disetiap RW yang kini diketahui dalam kondisi buruk.
"Pada tahap awal kami akan melakukan normalisasi sungai dengan cara pengerukan yang dangkal dan membenahi beberapa sindimen, termasuk perbaikan kirmir dan aspek lainnya," ujar Indra diruang kerjanya.
Menurut dia, setiap musim hujan tiba, luapan air yang menggenangi jalan di Cimahi tak dapat terhindarkan akibat buruknya sistem drainase yang tak mampu menampung aliran air. Saat ini, kondisi drainase yang berada di Cimahi masih kurang lebar dan kedalamannya menyempit disebabkan banyaknya endapan sampah dan lumpur.
Daerah yang rawan terjadinya luapan air diantaranya kawasan Cibabat, Cilember, Padasuka, Cigugur, Cibeureum, Melong, Lewi Gajah, dan Utama. Sejumlah sungai sebagai saluran induk kondisinya kini kritis akibat alih fungsi lahan, karena pemanfaatan pinggiran sungai sebagai bangunan, ujarnya. (Bubun M)











