CIMAHI, BEDAnews
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai NasDem Kota Cimahi memilih jalur tengah, menyikapi ‘perbedaan’ yang terjadi di Dewan Pimpinan Pusat (DPP). Pasalnya, DPD NasDem Cimahi tak ingin ikut dukung mendukung salah satu kandidat Ketua Umum.
“Kami tidak dalam kapasitas dukung mendukung secara personal, bagi kami siapapaun yang terpilih menjadi Ketua Umum bukan menjadi soal, jika hal itu dilakukan sesuai dengan mekanisme dan aturan partai yang tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Partai,” kata juru bicara DPD Partai NasDem Kota Cimahi, Teodorik Gultom, usai pelaksanaan doa bersama untuk Nasdem yang digelar Jum’at (25/1), di Sekretariat DPD Partai NasDem Kota Cimahi, Jalan Pesantren Cimahi Utara.
Menurut Gultom, Ketua DPD Kota Cimahi tidak ingin terpengaruh dengan perbedaan pendapat yang terjadi di pengurus DPP, karena perbedaan pendapat merupakan salah satu ciri dalam berdemokrasi.
Doa bersama yang dilakukan DPD Partai NasDem, merupakan bentuk ekspresi dari keprihatinan pengurus dan kader NasDem di Kota Cimahi atas perbedaan pendapat yang terjadi di tubuh DPP.
“Melalui doa yang disampikan tadi, kami berharap supaya semua pihak bisa dibukakan hatinya dalam menyikapi persoalan yang ada. Sebagai umat beragama, kita hanya bisa berdoa kepada Tuhan, agar keprihatinan kader dan pengurus NasDem Cimahi dikabulkan Tuhan,” jelasnya.
Tak hanya itu, doa bersama untuk NasDem yang digelar DPD Cimahi ini merupakan bentuk dari dorongan kepada siapapun di jajaran pengurus untuk tetap berpegang teguh terhadap aturan yang ada di partai. Jika ada pergantian kepengurusan di DPP yang dilakukan sesuai dengan AD/ART partai, DPD Kota Cimahi akan mematuhi apa keputusan yang diambil DPP.
Namun jika keputusan yang diambil DPP berdasarkan bargaining power, hal itu merupakan hal yang tidak baik. Karena bukan tidak mungkin hal itu dikemudian hari akan terulang. Apalagi masyarakat sangat berharap banyak terhadap NasDem dengan isu perubahannya.
Keprihatinan yang ditunjukan DPD NasDem Cimahi ini sangat beralasan, seluruh jajaran pengurus DPD dari mulai Ketua hingga pengurus ranting akan memikul beban yang sangat berat, karena DPD Kota Cimahi sudah melakukan konsolidasi internal dari mulai DPD hingga ke tingkat rayon.
“Tentu beban yang ada pada kami menjadi bertambah berat tatakala ada perbedaan pendapat yang meruncing dan mengancam eksistensi partai, karena sejak partai ini didirikan di Cimahi, Ketua kami pak Asep Taryana sudah mengembangkan sayap partai hingga ke tingkat RW,” jelasnya.
Ditambahkannya, meskipun ada sebagian pengurus ranting atau DPC yang tak hadir dalam doa bersama tersebut, hal itu tak menjadi masalah. Mereka yang tidak hadir dalam doa bersama itu sampai saat ini belum menyampaikan alasannya, mereka juga memiliki hak jawab masing-masing untuk menjelaskan ketidakhadirannya kepada Ketua DPD. (Bubun)











