KAB. BANDUNG, BEDAnews
Tertunggaknya fasiltas kredit yang dikucurkan bank kepada debiturnya bukanlah kali pertama, hal tersebut sudah sering terjadi dan diduga akibat kerjasama debitur dengan oknum petugas bank itu sendiri.
Permohonan kredit yang semestinya dianggap tidak layak disulap menjadi layak sehingga fasilitas kreditpun dikucurkan bahkan tidak jarang melebihi kafabilitas si debitur yang tidak sadar kalau dirinya sudah masuk ke dalam perangkap mafia perbankan.
Bagi bank, hal mudah untuk menyelesaikan persoalan itu, sita jaminan merupakan jurus pamungkas yang langsung dikeluarkan dan ironisnya dilakukan sepihak tanpa melalui putusan pengadilan.
Itulah fakta yang tidak dapat dipungkiri. Namun kejadian yang dialami Cece, warga Desa Sukaresmi Kecamatan Rancabali Kabupaten Bandung, mungkin tidak dapat diterima akal sehat. Awal Januari 2013 sepekan yang lalu, salah satu bank mengirimkan surat peringatan berkaitan fasilitas kredit yang tertunggak atas namanya, padahal tidak pernah mengajukan permohonan kredit dan tidak ada ikatan apapun dengan bank tersebut.
"Kami tidak ada hubungan apa-apa dengan bank “X”," ujar Oom istri Cece menirukan kata-kata yang sempat diucapkannya ketika petugas bank datang.
Menurut Oom, dirinya menolak ketika petugas bank yang mengantarkan surat minta agar menanda tangani bukti penerimaan surat, namun karena dipaksa, akhirnya ditanda tanganinya juga meskipun bingung, sementara suaminya sedang mandi.
“Emang jadi bingung, nama dan alamat tepat dan di sini nama Cece hanya eumang”, ujar Cece yang menemuinya selang beberapa hari setelah petugas bank datang.
Menurut Cece, kejadian serupa juga pernah menimpa Atep tetangganya sekitar 1 bulan sebelumnya, yang menerima surat peringatan yang isinya sama. Dalam surat peringatan itu disebutkan bahwa Cece masih memiliki kewajiban sebesar Rp. 5 juta yang harus segera dilunasinya.
Karena bingung, akhirnya surat peringatan itu diserahkan ke ketua Dusun yang berjanji akan mencari tahu mengapa hal tersebut terjadi. Sementara bank yang bersangkutan belum berhasil dimintai klarifikasinya dan terkesan menghindari kedatangan wartawan. (Path)











