Bandung, BEDAnews
Puluhan mahasiswa Bandung yang mengatas-namakan Forum Masyarakat Jabar, melakukan unjuk rasa di depan Gedung Sate meminta pihak terkait untuk mengusut tuntas tindakan korupsi yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. Selain itu mahasiswa juga memberikan kado yang berisi “Korek Kuping”. Dan diterima oleh staf humas Pemprov Jabar, Rabu (26/12).
Dikatakan koordinator aksi, Kado “korek kuping“ untuk Gubernur Ahmad Heryawan, diberikan sebagai wujud protes masyarakat Jabar terhadap kepemimpinan Ahmad Heryawan (Aher) yang dinilai gagal dalam memimpin Jabar.
Gubernur Aher dianggap tidak pernah mau mendengar aspirasi yang disampaikan masyarakat. “Untuk itu, sangat pas dikasih kado kurek kuping. Biar mendengar penderitaan masyarakat Jabar,” ujarnya.
Dalam statementnya, masyarakat Jabar menggugat dan menyatakan Aher telah gagal dalam memimpin Jabar, dan selama memimpin banyak janji-janji politik saat kampanye sebelum menjadi Gubernur yang tidak terealisasi dan bahkan seolah-olah Aher tidak mempunyai dosa kepada masyarakat Jabar.
“Untuk itu kami menuntut janji-janji Aher diantaranya sejuta lapangan kerja melalui pengadaan dan peningkatan UKM dengan anggaran Rp. 200 milyar/pertahun, dengan batas waktu pelaksanaan 3 tahun masa kepemimpinan, kenyataannya mana ?…; Janji meningkatkan kesejahteraan petani melalui dana talangan untuk menjamin stabilitas harga pupuk dan gabah sebesar Rp. 200 milyar/tahun. Aher juga menjanjikan pembangunan jalan dan irigasi dengan anggaran Rp. 200 milyar/tahun, tapi kenyataanya tidak ada,” ungkapnya.
Hal yang tidak kalah menarik, Aher berjanji pembangunan revitalisasi posyandu untuk kesehatan ibu, anak dan lansia dengan anggaran Rp. 50 milyar/tahun. Dan anggaran dana khusus Rp. 50 milyar/tahun untuk operasi pasar ketika harga sembako naik, tambahnya.
Forum Masyarakat Jabar juga mengungkap beberapa kasus yang dianggap telah menyalahgunakan uang rakyat untuk kepentingan pribadi, diantaranya Kasus Kartu lebaran sebesar Rp. 1,3 milyar, Kasus Baligo dan spanduk tahun 2011 melalui Dinas Bina Marga Jabar sebesar Rp. 22 Milyar, Baligo spanduk tahun 2012 melalui Dinas Perkebunan Rp. 14 milyar. Baligo dan Spanduk Bank Jabar Banten Rp. 60 milyar. “Baligo BJB merupakan selingkuhnya Aher dengan BJB menandakan telah melakukan tindak korupsi, sebutnya.
Terkait hal tersebut, Mahasiswa Bandung yang tergabung dalam Masyarakat Jabar menggugat dan menyatakan kasus korupsi Ahmad Heryawan harus diusut tuntas, tandas mahasiswa. (hermanto)











