Bandung, BEDAnews
Lima tokoh agama di kota Bandung, berkumpul dan bersilaturahim dengan mengangkat tema "Hidup Rukun dan Damai, Memantapkan Bandung sebagai Kota Agamis" dalam perayaan Natal 2012 di Gereja Katedral, Jalan Merdeka, Bandung, Jawa Barat, Senin (24/12/2012).
Hadir dalam kesempatan tersebut, Pastur Paroki Katedral Bandung Leo van Beurden, Sekjen Keuskupan Bandung Paulus Wirasmohadi Suryo, Walikota Bandung Dada Rosada, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Bandung Ahmad Suherman, cagub Jabar Dikdik Mulyana Arief Mansur, serta tamu undangan lainnya.
Walikota Bandung Dada Rosada mengungkapkan, silaturahim antartokoh agama ini sebagai cerminan dari Kota Bandung yang mempunyai moto kota agamis. Ia menegaskan bahwa Bandung terbebas dari pertikaian antar agama dan etnis.
"Bandung ini bukan hanya Islamis saja, tapi juga kristen, hindu dan Budha. Itu yang kita sebut dengan Kota Bandung Agamis," ujar Dada kepada wartawan seusai menghadiri acara silaturahim tersebut.
Dada mengatakan, pluralisme adalah modal dasar kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, kata Dada, pluralisme ini merupakan penguatan NKRI. "Setiap perbedaan itu bisa tumbuh dan berkembang untuk menciptakan kehidupan yang damai dan menciptakan negara yang hebat," jelasnya.
Ia berharap kondusivitas Kota Bandung tetap terjaga dan di tengah perayaan Natal serta Tahun Baru, tidak ada gangguan keamanan.
Sementara itu, di lokasi yang sama, Ketua Pendeta se-Bandung Raya yang saat itu memimpin Gereja Katedral, Romo Leo van Berdeun, mengatakan hal senada. "Sebagai kota agamis, mari kita ciptakan kehidupan yang penuh kasih dan damai. Meski kita berbeda-beda, tapi kan tetap kita ini warga negara Indonesia yang mempunyai satu tujuan," katanya.
Romo Leo pun ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Bandung ini sebagai tempat yang menjadikan kehidupan umat beragama yang damai penuh dengan kebersamaan. (Lanie)











