Bandung, BEDAnews
Selain memiliki kesuburan tanah dan keindahan tanah, Provinsi Jawa Barat termasuk provinsi yang rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, longsor dan tsunami.
Bahkan lima daerah di Jawa Barat masuk peringkat sepuluh besar daerah rawan bencana nasional, yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bogor.
“Tingginya pertumbuhan penduduk merupakan penyumbang terbesar kerusakan lingkungan di Jawa Barat,” ungkap Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Siti Fathonah pada diskusi media bertema “Tantangan Program Kependudukan dan KB 2013 di Bandung, Sabtu (24/12).
Menurut Fathonah, dari hasil Sensus Penduduk 2010 jumlah penduduk Jawa Barat mendekati angka 44 juta jiwa. Trend jumlah penduduk di Jawa Barat pun, kata dia, cenderung meningkat setiap periodenya yakni dari 15,1 juta jiwa pada 1961 hingga 44 juta jiwa pada 2010 dan diperkirakan akan mencapai 53 juta jiwa pada 2025 (BPS, 2010).
Lebih lanjut Fathonah menyatakan, dengan meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan sumber daya seperti pangan, lahan pemukiman, air bersih juga meningkat sementara sumber daya alam tidak berubah.
Karenanya, imbuh Fathonah lagi, dibutuhkan pengendalian yang dapat dilakukan dengan cara represif atau pengetatan administrasi kependudukan di daerah. “Bisa juga dengan pembatasan, seperti retribusi tinggi atau sanksi,” tandasnya. (Lanie)












