• DISCLAIMER
  • PEDOMAN MEDIA CYBER
  • TENTANG KAMI
  • REDAKSI
  • Contact Us
Minggu, November 8, 2026
  • Login
Bedanews
Advertisement
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
  • TNI-POLRI
  • Headline
  • Ragam
  • News
  • Politik
  • Edukasi
  • Hukum
  • Ekonomi
  • Karya
  • Profil
No Result
View All Result
Bedanews
No Result
View All Result

Home ยป Ledakan Penduduk Di Jawa Barat Sebabkan Bencana Alam

Ledakan Penduduk Di Jawa Barat Sebabkan Bencana Alam

Asep Budi by Asep Budi
25 November 2012
in Tak Berkategori
3
0
SHARES
1
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Bandung, BEDAnews

Selain memiliki kesuburan tanah dan keindahan tanah, Provinsi Jawa Barat termasuk provinsi yang rawan terjadi bencana alam seperti gempa bumi, banjir, longsor dan tsunami.

Bahkan lima daerah di Jawa Barat masuk peringkat sepuluh besar daerah rawan bencana nasional, yaitu Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bogor.

“Tingginya pertumbuhan penduduk merupakan penyumbang terbesar kerusakan lingkungan di Jawa Barat,” ungkap Kepala Perwakilan Badan Kependudukan dan  Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat Siti Fathonah pada diskusi media bertema “Tantangan Program Kependudukan dan KB 2013 di Bandung, Sabtu (24/12). 

BeritaTerkait

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026

Menurut Fathonah, dari hasil Sensus Penduduk 2010 jumlah penduduk Jawa Barat mendekati angka 44 juta jiwa. Trend jumlah penduduk di Jawa Barat pun, kata dia,  cenderung meningkat setiap periodenya yakni dari 15,1 juta jiwa pada 1961 hingga 44 juta jiwa pada 2010 dan diperkirakan akan mencapai 53 juta jiwa pada 2025 (BPS, 2010).

Lebih lanjut Fathonah menyatakan, dengan meningkatnya jumlah penduduk, kebutuhan sumber daya seperti pangan, lahan pemukiman, air bersih juga meningkat sementara sumber daya alam tidak berubah.

Karenanya, imbuh Fathonah lagi, dibutuhkan pengendalian yang dapat dilakukan dengan cara represif atau pengetatan administrasi kependudukan di daerah. “Bisa juga dengan pembatasan, seperti retribusi tinggi atau sanksi,” tandasnya. (Lanie)

 

Previous Post

Seribu Mubalighoh HTI Jabar Bakal Hadiri Liqo Muharam 1434 H

Next Post

Pasangan Imam dan Sira Sabar Akan Lapor MK

Related Posts

TNI-POLRI

Katim Wasev Apresiasi Satgas TMMD Ke-130 Kodim 1808/Mansel, Sukses Raih Overprestasi

7 November 2026
TNI-POLRI

Kejar Target Sebelum Penutupan, Satgas TMMD Ke-130 Bersama Warga Rampungkan Pembangunan MCK

7 November 2026
TNI-POLRI

TNI Temukan Black Box MI-17, Kunci Penting Pengungkapan Penyebab Kecelakaan

7 November 2026
TNI-POLRI

Kepala Kampung Yamboi Apresiasi TMMD Ke-130, Berharap Program Bedah Rumah Terus Berlanjut

7 November 2026
TNI-POLRI

Tim Wasev TMMD Ke-130 Berbagi Kebahagiaan, Anak-Anak Kampung Yamboi Sumringah

7 November 2026
TAUZIAH-Kapolres Wonogiri, AKBP Deni Septiawan saat memberikan Tauziah para Santri Ponpes Al-Barru saat Safari Subuh. (Foto Doc. Polres).
TNI-POLRI

Kapolres Wonogiri: Melalui Safari Subuh, Silaturahmi Semakin Erat

7 November 2026
Next Post

Pasangan Imam dan Sira Sabar Akan Lapor MK

Please login to join discussion

JDIH DPRD Kota Cimahi

LPKL

BEDA Itu pilihan

SERIKAT MEDIA SIBER INDONESIA

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result

MFC - Bedanews.com ยฉ 2021