Oleh : Wawan Darmawan (Praktisi Musik dan Pendidik)
Selama hukum tidak bisa ditegakkan dengan baik dan tegas, maka selama itu pula korupsi tidak akan pernah berhenti apalagi jika para pejabat dan masyarakatnya bermental lemah (jahil). Memang benar, banyak penyebab ekternal sehingga seseorang bisa melakukan korupsi. Namun demikian, semua itu akan menjadi lemah tatkala dikaji lebih mendalam lagi. Tak seorangpun akan membiarkan dirinya dipukul atau dibunuh oleh orang lain. Ia akan berusaha mengelak atau melawannya.
Perlawanan ini sifatnya reflek karena jika tidak menghindar atau melawan ia akan terbunuh. ATau ketika seseorang di ajak berenang di kolam renang yang dalam sementara ia tidak bisa berenang. Karena yang mengajaknya atau menyuruhnya adalah atasannya, tentu saja ia akan langsung menolak tegas. Saya ga bisa berenang Pak, mohon maaf. Ataukah mungkin ia terpaksa mentaati perintah atasannya dengan resiko kelelep alias tenggelam. Syukur-syukur ada yang mau menolong, kalau enggak. Mati lah.
Dengan contoh kasus ini, maka ketika atasannya atau teman-temannya mengajak ia korupsi, apakah ia akan mentaati begitu saja ajakan atau perintah tersebut? Tentu saja tidak. Akalnya akan menolak ajakan tersebut karena ia tahu persis jika ia mau menerima ajakan korupsi itu maka resikonya akan ia terima sendiri. Maka, teranglah sudah bahwa penyebab utama perbuatahn korupsi adalah dari dirinya sendiri.
Kok 99 %, yang 1 % nya lagi apaan tuh? 1 % lagi bisa disebabkan oleh tidak berdaya, terpaksa atau hal2 diluar batas-batas kemampuan manusia secara fitrah. Apa yang harus dilakukan? Jika anda yakin bahwa perbuatan korupsi itu lebih banyak disebabkan oleh diri sendiri, maka yang harus dilakukan adalah bagaimana cara memperkuat diri agar tidak mudah terjerat bujuk rayu setan yang ada di dalam hati kita. Iman dan ilmu adalah 2 pilar kuat yang bisa mengokohkan hati anda untuk tidak melakukan korupsi. Salah satu unsur keimanan adalah ketawakalan. Dengan memiliki sikap tawakal inilah dijamin anda bisa menolak berbagai kemaksiatan termasuk kejahatan korupsi. Apa yang dimaksud dengan tawakal? Tawakal adalah menyadarkan diri kita, nasib kita dan taqdir kita kepada Alloh setelah melakukan usaha keras dan sungguh-sungguh melawan kemaksiatan. ****











