Perjalanan yang begitu jauh dan melelahkan menuju ke daerah pedesaan yg jauh dari mana mana, daerah terpencil di perbatasan Republik Indonesia – Papua New Guninea/PNG adalah suatu pengalaman yang penuh hikmah dan BERNAFASKAN MERAH PUTIH serta cinta tanah air yang sangat hakiki adalah aktualisasi dari prinsip dari ke 8 pelajar tersebut.
Setelah tiba di gereja GKI Syalom Sota Perbatasan RI – PNG dan di Pura Amartha Sari, Merauke, mereka disambut hangat oleh penduduk setempat dan ketujuh Pelajar tersebut cepat membaur dengan masyarakat setempat tanpa batas sehingga nuansa dan suasana keakraban serta kekeluargaan terasa kental sebagai anak lndonesia yang menyatu dalam satu raga dan satu jiwa dibawah bingkai BHINNEKKA TUNGGAL IKKA dan PANCASILA sebagai pemersatu bangsa saat ini dan sampai dunia kiamat.











