Selain merendam permukiman, jebolnya tanggul Sungai Tuntang juga menyebabkan jalan utama penghubung Purwodadi–Semarang terputus sepanjang kurang lebih 25 meter. Akibatnya, arus lalu lintas lumpuh total dan dialihkan ke jalur alternatif.
Personel gabungan TNI, Polri, BPBD, PMI bersama masyarakat juga melakukan kerja bakti membersihkan lumpur yang menutup badan jalan guna mempercepat pemulihan akses transportasi.
“Kita terus berkoordinasi dengan BBWS karena debit air tahun ini lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya, sehingga tekanan pada tanggul meningkat dan menyebabkan jebol. Kami mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” pungkasnya.
Sementara itu, Suprapto, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Demak mengungkapkan bahwa, Tanggul jebol saat ini ada empat, yang di Tuntang ada dua, Desa Pilangsari dan Dombo. “Untuk yang di Kali Cabean ada dua juga di wilayah Tlogoweru, itu juga jebol dua titik,” tutur Suprapto saat mendampingi Bupati di Lokasi Tanggul, Selasa (17/2/2026).













