Cirebon, BEDAnews
Untuk mengatasi kesenjangan dan ketidak adilan dalam memperoleh bantuan keuangan aspirasi kegiatan pembangunan dari pemerintah provinsi Jawa Barat, dan juga atas masukan dari masyarakat ke Komisi A DPRD Jawa Barat, maka komisi A DPRD Jabar mencanangkan tahun 2013 sebagai tahun infrastruktur desa.
“Kita melihat dari aspek politis bahwa selama ini memang ada ketidak-sinergian, ada kesenjangan dan ketidak adilan dalam meperoleh bantuan pembangunan dari pemerintah provinsi, apalagi kondisi politik yang terjadi menjelang tahun pemilihan gubernur Jabar tahun 2013 ini, karena itu Komisi A mendorong pencanangan tahun 2013 sebagai tahun pembangunan infra struktur di semua desa di Jawa Barat”, demikian dikatakan Ketua Komisi A DPRD Jabar, H. Yusuf Puadz kepada Bedanews.com saat kegiatan Dewan Saba Desa di Cirebon, Jum’at (3/8) lalu.
Untuk pencanangan tahun infra struktur ini, lanjut Yusuf, 5.290 desa di Jabar akan mendapatkan bantuan keuangan untuk melaksanakan pembangunaarn sarana dan prasarana yang ditujukan untuk peningkatan pengembangan pelayanan pemerintahan dan pembangunan.
Desa yang akan mendapat bantuan adalah desa non mandiri menuju peradaban, yang belum pernah mendapat bantuan. Sementara untuk desa termasuk mandiri peradaban untuk memberi dulu kesempatan kepada desa yang lain, jelasnya.
Yusuf Puadz yang sekretaris DPW PPP Jabar ini menyatakan, hal itu diputuskan pada rapat kerja dengan BPMPD (Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa) Jawa Barat dan telah mendapat persetujuan Gubernur. Sedangkan mengenai jumlah peruntukkan anggarannya sendiri, belum diketahuinya karena anggaran APBD Jabar TA 2013 belum dibahas oleh DPRD Jabar.
Pihaknya berharap, program ini nantinya bisa mengatasi kesenjangan antar desa yang selama ini masih terjadi di Jawa Barat akibat belum seluruh desa mendapatkan program bantuan dari pemprov.
Dengan program ini, mudah-mudahan tidak ada lagi kecemburuan antara satu desa dengan desa lainnya yang telah mendapatkan program infrastruktur ataupun Program Desa Mandiri Menuju Peradaban, ujarnya Yusuf berharap. (hermanto)












