Bila ada yang bersalaman dengannya maka beliau tidak pernah menarik tangannya sebelum orang itu menariknya. Bila sedang bertatap muka ddengan seseorang beliau tidak pernah memalingkan wajahnya sampai dia memalingkan wajahnya terlebih dahulu.
Dan beliau belum pernah menjulurkan kedua kakinya di hadapan orang yang sedang duduk bersamanya. Hal ini sebagaimana diceritakan oleh Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi radhiyallahu ‘anhu. Cukuplah firman Allah berikut ini menggambarkan betapa mulianya Nabi hubungannya dengan para sahabat dan tetangganya dalam kehidupan bermasyarakat:
Sungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin. [At-Taubah: 128].
- Teladan Rasul Dalam Kepemimpinan
Dalam masalah kepemimpinan atau leadership maka beliau adalah pemimpin paling adil yang pernah dikenal dalam sejarah kemanusiaan. Beliau sangat tegas dan konsisten dalam menjalan hukum Allah Subhanahu wa Ta’ala.













