Oleh:Ahmad Rusdiana
Tidak setiap orang diberi hidayah oleh Allah Subhanahu wa ta’ala untuk menjadi orang yang bertakwa. Bahkan, tidak setiap orang diberi hidayah oleh Alah Subhanahu wa Ta’ala untuk menjadi orang Muslim dan berhasil menutup hidupnya sebagai orang Muslim.
Berbicara tentang hidayah berarti membahas perkara yang paling penting dan kebutuhan yang paling besar dalam kehidupan manusia. Betapa tidak, hidayah adalah sebab utama keselamatan dan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Sehingga barangsiapa yang dimudahkan oleh Allah Ta’ala untuk meraihnya, maka sungguh dia telah meraih keberuntungan yang besar dan tidak akan ada seorangpun yang mampu mencelakakannya.
Allah Ta’ala berfirman:
“Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk (dalam semua kebaikan dunia dan akhirat); dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka merekalah orang-orang yang merugi (dunia dan akhirat)” (QS al-A’raaf:178).
Hidayah sangatlah mahal. Ia menjadi syarat untuk mendapatkan dagangan Allah Ta’ala yang sangat mahal. Dagangan Allah Ta’ala adalah surga, sebagaimana disabdakan oleh Rasulullah dalam sebuah hadits shahih dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah bersabda :
“Ketahuilah barang dagangan Allah itu mahal. Barang dagangan Allah adalah surga.” [Hadits riwayat At-Tirmidzi (2450). Syaikh al-Albani menyatakannya sebagai hadits Shahih di dalam Shahih At-Tirmidzi no. 2450]













