“Mata saya yang tadinya burem, yang sudah mau operasi katarak nggak jadi karena saya sudah bisa melihat, sudah nggak ada bayang-bayang lagi,” imbuhnya warga Taman Sari, Jakarta Barat itu.
Pasien dokter Terawan itu mengatakan, sangat terbantu dengan metode pengobatan yang dilakukan pensiunan jenderal TNI berpangkat Letjen itu.
“Alangkah sayangnya kalau kita punya dokter sampai tidak diakui, apalagi sampai ditendang ke luar, jadi kita orang Indonesia cari dokter ke luar negeri, padahal dokter kita di sini hebat-hebat. Salah satunya dokter Terawan, saya tertolong sekali dengan kondisi badan saya oleh dokter Terawan,” ungkapnya.
Sebagai pasien, Hanny mengaku sangat menyesalkan jika izin praktik dokter Terawan tidak bisa diperpanjang.
“Itu namanya merugikan, bukan kita saja (red-pasien), tapi merugikan negara. Karena, dokter-dokter kita yang bagus-bagus kebanyakan sudah terusir ke luar. Jadi pemasukannya ke luar, harusnya dokter kita yang baik dan bagus harus kita lindungi dan cover, pemasukan juga bagus, orang-orang berobat ke negeri kita. Perekonomian kita terbantu. Aset bangsa kita tuh dokter Terawan,” tuturnya.













