Salah satu cara meneladani Rasulullah Saw. dalam kehidupan akademik adalah menghadirkan empat sifat utama beliau, yaitu ṣiddīq, amanah, tablīgh, dan faṭānah, sebagai fondasi karakter pembelajar.
Oleh karena itu, pada momentum Rabi’ul Awal dan minggu pertama perkuliahan Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 ini, marilah kita renungkan empat ikhtiar meneladani Rasulullah Saw. dalam membangun karakter akademik:
Pertama: Ṣiddīq sebagai Fondasi Kejujuran Akademik; Ṣiddīq berarti benar dan jujur. Dalam kehidupan akademik, kejujuran merupakan fondasi yang tidak dapat ditawar. Pendidikan kehilangan nilai apabila proses memperoleh pengetahuan dilakukan melalui ketidakjujuran. Nilai tinggi tidak akan menjadi kebanggaan apabila diperoleh dengan menyontek. Tulisan yang tampak bagus kehilangan kehormatan apabila dihasilkan dengan mengambil karya orang lain tanpa pengakuan. Penelitian kehilangan nilai ilmiah apabila data direkayasa untuk menyesuaikan kesimpulan yang diinginkan. Allah Swt. berfirman:













