Momentum 28 tahun Reformasi seharusnya menjadi refleksi bersama bahwa bangsa ini masih memiliki pekerjaan besar. Pergantian presiden demi presiden tidak boleh hanya menjadi rutinitas politik lima tahunan tanpa perubahan mendasar bagi kehidupan rakyat.
Kini harapan itu kembali diuji di era Presiden Prabowo Subianto. Masyarakat tentu ingin melihat apakah pemerintahan baru benar-benar mampu menuntaskan sebagian agenda Reformasi yang selama hampir tiga dekade masih tertinggal dengan harapan menghadirkan negara yang kuat, bersih, berdaulat, tetapi tetap berpihak kepada rakyat kecil dan menjunjung demokrasi.
Karena pada akhirnya, Reformasi bukan hanya tentang menjatuhkan kekuasaan, melainkan memastikan kekuasaan bekerja untuk kepentingan rakyat dan masa depan Indonesia. ***













