Namun di sisi lain, rakyat juga menyaksikan bahwa korupsi belum hilang, kesenjangan sosial masih tinggi, politik biaya mahal semakin menguat dan oligarki ekonomi serta politik justru tampak semakin kokoh. Demokrasi berjalan secara prosedural, tetapi belum sepenuhnya menghadirkan rasa keadilan sosial yang menjadi cita-cita utama Reformasi.
Banyak aktivis 98 dahulu berjuang melawan konsentrasi kekuasaan, tetapi kini sebagian masyarakat justru melihat lahirnya bentuk baru kekuasaan yang dinilai semakin elitis dan pragmatis. Reformasi seolah berhasil mengganti sistem politik, tetapi belum sepenuhnya berhasil mengubah budaya kekuasaan.
Di titik inilah harapan publik kini tertuju kepada Prabowo Subianto sebagai Presiden hasil Pilpres 2024. Terlepas dari dinamika politik masa lalu, rakyat tentu berharap pemerintahan baru mampu menghadirkan koreksi terhadap berbagai persoalan yang belum terselesaikan selama era Reformasi.













