Di Indramayu sendiri, lanjut Ajam, ada sekitar 90 rumah yang masih membutuhkan penerangan listrik. Namun, pihaknya baru bisa bantu 50 rumah.
“Kita bantu secepatnya,” jelas dia.
Dengan adanya penerangan listrik, Ajam berharap roda perekonomian masyarakat lebih meningkat. Aktivitas warga yang sebelumnya tidak ada penerangan lebih aktif lagi.
“Kan anak-anak nantinya bisa belajar menggunakan penerangan listrik. Yang penting sekarang ini tidak perlu memikirkan biaya lagi,” tutup dia.
Untuk pelaksanaan program tersebut, Ajam menuturkan bahwa Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Barat bekerja sama dengan Volunter Mahasiswa Jurusan Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Bank BRI, BSI dan lainnya.
Ajam menargetkan dalam program pemberian solar cell ini di 100 titik di seluruh Jawa Barat. Sampai saat ini baru 70 titik dan masih tersisa 30 titik yang belum terpasang.













