Sementara ketua PDHI Jabar, drh. Pranyoto menyebutkan, masyarakat harus memisahkan antara daging hewan kurban dengan jeroan, karena jeroan banyak mengandung bakteri dan menyimpan penyakit termasuk cacing.
Sedangkan terkait penyakit Anthrax disebutkannya, spora penyakit antrax tidak akan mati dalam 40 tahun, ciri-ciri hewan terkena antrax akan mengeluarkan darah dari lubang hidung, mulut dan anusnya.
Disebutkannya juga untuk berhati-hati bila mendapatkan hewan qurban yang mati tiba-tiba karena secara s.o.p itu dianggap sebagai hewan yang terkena antrax dan Hewan yang mati tiba tiba ini tidak boleh dibuka, harus diasingkan, ditanam dan dibakar karena bisa menimbulkan penyakit. Apalagi kalau hewan ini berasal dari derah endemis antrax seperti dari Kabupaten dan Kota Bogor dan Purwakarta. @hermanto













