Sehingga kesenjangan jumlah tenaga medis di beberapa
daerah di Jawa Barat ini menjadi salah satu faktor, pelayanan kesehatan belum
berjalan optimal.
“Kami meminta agar dinas kesehatan mampu membuat terobosan mengatur
tentang kesenjangan tenaga medis di daerah-daerah terpencil di Jawa Barat.” Ujar
Yod.
Disebutkannya, permasalahan kesenjangan jumlah dokter di daerah di Jawa Barat ini sudah terjadi sejak lama. Karena itu, pihaknya meminta kepada Pemprov Jabar untuk segera melakukan langkah strategis guna menyelesaikan permasalahan tersebut.
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Jabar ini mengatakan, “Akan kita coba mengatur hal ini dalam perda, sehingga tidak ada lagi keluhan-keluhan terkait kekurangan dokter spesialis,” ujarnya.
Dalam pembahasan dan penyusunan raperda Penyelenggaraan Kesehatan ini. DPRD Provinsi Jawa Barat telah melakukan pembahasan dengan melibatkan stakeholder terkait seperti Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Jabar, Pakar dan Praktisi Kesehatan, serta unsur pendukung lainnya.@her











