Kemudian Komunitas Karinding Attack (Music Kontemporer), Lili Suparli (Karawitan Sunda), Lotek Kalipahapo (Kuliner), Mimin Mintarsih (Public Speaking), Perguruan Pusat Tarung Drajat (Bela diri).
Rumah Baca Buku Sunda (Perpustakaan Sunda), Soeria Disastri (Sastra), Supardiyono Sobirin (Lingkungan), Taufik Futurohman (Bahasa/Sastra), Teddy Kardin (Teknologi Tradisional).
Tien Wartini (Manuskrip), Wanadri (Komunitas Pecinta Alam), Wakasrul (Sandiwara Sunda), dan Yan Achiemsa (Pop Sunda).
Oded mengungkapkan, Anugerah Budaya ini sebagai bentuk apresiasi Pemkot Bandung kepada para pelaku, tokoh, praktisi seniman dan budayawan yang telah memberikan sumbangsih pemikiran, prestasi, inovasi dan kreatifitas terhadap kemajuan budaya di Kota Bandung.
Sehingga mereka layak untuk mendapatkan anugerah berdasarkan kiprah, karya, dan karsanya yang telah dikenal masyarakat.













