“Kami mengapresiasi kepada pihak-pihak yang bersedia berkolaborasi mengadakan kegiatan sosial ini, khususnya dari Yayasan PUN sebagai inisiator sehingga baksos dapat berjalan dan juga PERDAMI yang turut membantu menyediakan dokter-dokter spesialis mata,” ungkap Astuti.
Di hari jadi PUN yang ke-14, Yanti menyerahkan kepemimpinan organisasi yang telah dirintisnya sejak lama itu ke Mia Marsono. Sementara Yanti dipercaya menjadi Dewan Penasehat PUN. Ia meyakini, di bawah kepemimpinan Mia yang juga ikut mendirikan PUN, organisasi perempuan untuk negeri itu bisa terus menjalankan visi dan misi sosialnya seperti yang selama ini Ia lakukan.
Akhirnya, baik Yanti, Mia maupun Astuti berharap, semoga acara operasi katarak dan bibir sumbing tersebut berjalan dengan lancar. Serta dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat, sekaligus dapat membantu pemerintah dalam menurunkan prevalensi angka gangguan penglihatan yang masih tinggi, terutama katarak. Sehingga diharapkan ke depan acara sejenis dapat kembali digelar secara berkala.











