“Dalam agenda Suroan kali ini, kami bersama Polres, Satpol PP, Dishub dan komponen masyarakat mengerahkan personel pada titik-titik rawan, jalur utama, serta lokasi-lokasi kegiatan berkumpulnya massa. Tujuannya jelas: Trenggalek harus aman dan kondusif,” tegasnya.
Yudo menyebut, keterlibatan mereka juga merupakan bentuk tanggung jawab bersama untuk menjaga Suroan yang telah menjadi tradisi budaya.
“Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa keamanan dan ketertiban selama Suroan adalah tanggung jawab bersama. Lebih dari sekadar rutinitas tahunan, pengamanan ini mencerminkan komitmen menjaga tradisi, kedamaian, dan harmonisasi di tengah-tengah masyarakat,” jelasnya.
Sebelumnya, Danrem 081/DSJ, Kolonel Arm Untoro Hariyanto mengatakan, Suroan hendaknya dijadikan momentum untuk menunjukkan bahwa, pencak silat adalah warisan budaya yang senantiasa mengedepankan dan menjunjung tinggi nilai-nilai persatuan dan kesatuan.












