Dia meminta kepada pemerintah, warga korban PHK bisa dijadikan prioritas agar bisa kembali memenuhi kebutuhan keluarganya. Kalau perlu minta ditempatkan dimana saja agar bisa kerja lagi.
Usianya memang sudah setengah abab, tapi dia tak mau hidup bergantung pada bantuan sosial. Keinginannya hanya satu, bisa kembali bekerja.
Hal senada diungkapkan Mae (45), janda dua anak, juga korban PHK, dia harus banting tulang untuk kebutuhan anak-anaknya. Pergi subuh pulang isya, berjualan jajajan pasar ke kampung-kampung.
Mae tidak memungkiri kalau dirinya mendapat bantuan dari pemerintah. Tapi bantuan itu dirasakannya tidak pernah mencukupi kebutuhannya. Dengan berdagang dia bisa memperoleh keuntungan walau pun tidak besar tapi cukup untuk makan.
“Saya hanya berharap bisa kembali bekerja seperti dulu. Itu keinginan saya,” ujar Mae. (KAF)











