Ditanya tentang progres pengerjaan yang telah dicapai sejauh ini, Subarno mengungkapkan mencapai 60 persen.
Tak hanya para prajurit TNI, masyarakat juga sangat antusias. Pasalnya banyak dari mereka yang berprofesi sebagai petani sangat membutuhkan akses jalur penghubung Pondok-Babadan.
“Warga Pondok dan Babadan mayoritas pekerjaannya sebagai petani. Ada warga Pondok maupun Babadan yang punya sawah berseberangan. Tentunya kondisi ini sangat menyulitkan,” ujar Wijiyono, warga Desa Pondok.
“Terlebih saat musim panen, kami warga Pondok yang punya sawah di Babadan maupun sebaliknya, harus rela memutar berkilo-kilometer untuk dapat mengangkut hasil pertanian,” sambungnya.
Selain untuk pertanian, sebut Wijiyono, akses penghubung Pondok-Babadan itu juga diperlukan untuk mendukung perekonomian warga dan mempermudah transportasi anak-anak dalam bersekolah. Diakuinya, banyak anak-anak Desa Pondok yang saat ini bersekolah di Desa Babadan.













