“Tingkatkan kesiapsiagaan di setiap unsur pentahelix di masyarakat dalam pengurangan risiko bencana, lalu perlu diperhatikan juga keterwakilan dari masing-masing aspek baik gender, usia dan keberagaman latar belakang anggotanya dan selanjutnya sesuaikan dengan kebutuhan pengurangan risiko bencana lokal dan budaya dimasing-masing wilayah setempat, serta fokuskan pada peningkatan ketangguhan masyarakat dalam penanggulangan bencana dan tetap berkoordinasi pada dinas terkait yang membidangi urusan bencana,” pungkas Ngatiyana.
Hadir dalam Rakorda tersebut Ketua FPRB Kota Cimahi Panji Lawanu, Asisten pemerintahan dan Kesra Maria Fitriana, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mochamad Ronny dan Kepala Pelaksana BPBD Kota Cimahi Fithriandy Kurniawan.











